DAMPAK KELUARGA
BROKEN HOME YANG DIRASAKAN OLEH ANAK
Lovya Mahesya
Olfitri
Departemen Pendidikan Luar
Sekolah, Universitas Negeri Padang
Keluarga adalah pendidikan pertama bagi seorang
anak, karena keluarga adalah kelompok sosial yang paling kecil namun memiliki
peran yang sangat besar bagi tumbuh kembang seorang anak. Mulai dari belajar
berbicara, belajar bersosialisasi, perkembangan motorik, dan pastinya keluarga
merupakan pondasi pertama bagi kehidupan seorang anak. Optimalnya pertumbuhan
seorang anak di dasar oleh keluarga yang sangat bertanggung jawab dalam
menjalankan perannya. Seperti seorang ibu dan ayah yang selalu kompak untuk
bisa memberikan yang terbaik bagi seorang anak.
Namun tak jarang konflik bisa saja terjadi didalam
keluarga, yang mana ibu dan ayah berselisih paham sehingga menyebabkan retaknya
suatu keluaraga. Konflik yang terjadi dalam keluarga bisa disebebakan oleh
kurangnya komunikasi, ekonomi yang tidak satbil, atau bahkan hal-hal yang tak
terduga menjadi pemicu konflik dalam keluarga. Ketika terjadi konflik dalam
keluarga tak jarang banyak anak yang menjadi korbannya. Apalagi jika konflik
tersebut tidak bisa diselesaikan secara baik-baik, hingga menyebabkan kedua
orang tua menjadi berpisah.
Perpisahan kedua orang tua adalah hal menyakitkan
bagi seorang anak, yang mana anak akan dibingungkan dengan pilihan antara ikut
ibu ataupun ayah. Selama ini selalu hidup bersama, tetapi harus berpisah karena
keegoisan orang tua. Tidak hanya itu mental seorang anak menjadi terganggu
ketika menjadi anak broken home, karena pada dasarnya anak sangat membutuhkan
kehadiran kedua orang tua dalam hidupnya.
Ketika keluarga sudah menjadi broken home hubungan
yang selama ini erat dan terjaga, kini sudah menjadi renggang dan berjarak.
Seorang anak akan menjadi terpuruk dalam kesedihan dampak dari keluarga yang
broken home. Apalagi jika ibu ataupun ayah sudah memiliki keluarga baru,
pastinya anak akan menjadi semakin terlupakan. Perhatian ayah dan ibu tidak akan di dapatkan lagi secara utuh,
karena sudah terbagi dengan keluarga mereka yang baru. Tak jarang banyak juga
anak yang dilupakan oleh keluarganya sendiri. Broken home sangat memberikan
dapat buruk pada anak, baik dari psikologis tetapi juga tumbuh kembang pada diri
anak.
Dalam kejadian keluarga yang broken home ada anak
yang tetap bangkit, tetapi banyak juga yang berlarut dan sedih karena keluarga
yang broken home. Bangkitnya seorang anak broken home adalah sesuatu hal yang
sangat butuh perjuangan. Merasakan kesedihan yang mendalam tetapi harus tetap
bangkit menjalani hidup, karena dunia akan selalu tetap berjalan meskipun
keadaan hancur. Anak broken home memiliki trauma yang cukup mendalam, terkadang
ada juga yang takut dengan yang namanya hubungan.
Tidak hanya itu beberapa anak yang broken home juga
banyak yang menutup diri karena rasa trauma yang masih ada. Butuh waktu untuk
bisa menyembuhkan luka yang dirasakan. Ketika anak broken home bangkit, ada
tujuan yang akan di gapai. Tujuan tersebut menjadi alasan supaya tetap bisa
bangkit dalam menjalani kehidupan. Begitu besar dampak dari keluarga yang
broken home bagi seorang anak. Sekuar-kuatnya anak tetap membutuhkan sandara
dari orang tua sebagai rumah untuk mereka pulang. Namun jika orang tua sudah
memiliki keluarga baru, hal tersebut sangatlah susah untuk di gapai.
Selain itu juga dampak dari keluarga broken home
bagi seorang anak adalah pergaulan anak menjadi lebih bebas, karena kurangnya
pengawasan dari orang tua. Tak jarang banyak juga anak-anak broken home yang
terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Hal tersebut di akibatkan kurangnya
perhatian orang tua, dan anak pun tidak bisa mengontrol dirinya. Pengawasan
dari orang tua adalah salah satu bentuk orang tua menjaga seorang anak, namun
ketika sudah menjadi keluarga yang broken home pengawasan tersebut akan mulai
berkurang.
Maka dari itu menghindari dampak buruk dari keluarga
yang broken home, orang tua harus bisa menjaga keharmonisan dalam keluarga.
Memperbaiki komunikasi sehingga tidak ada salah pahaman yang disebabkan
kurangnya komunikasi. Kemudian bisa menjadi orang tua yang saling terbuka satu
sama lain, dalam keluarga tidak boleh ada hal yang ditutup-tutupi karena akan
menjadikan salah paham yang memicu pertengkaran. Orang tua membutuhkan
parenting rumah tangga, agar lebih memiliki pengetahuan dalam mengurus anak,
mengurus rumah tangga, dan keluarga.
Orang tua memegang peran penting dalam keharmonisan
keluarga, keluarga yang bahagia dimulai dari orang tua yang kompak satu sama
lain. Dan kebahagiaan seorang anak juga tergantung bagaimana keadaan orang tua.
Orang tua yang menciptakan suasan yang damai dalam kelurga, dan tentunya harus
bisa menghindari konflik-konflik yang menyebabkan keluarga menjadi broken home.
Orang tua yang hebat akan selalu mempertahankan keluarganya dalam keadaan
apapun. Kebahagiaan seorang anak akan terus terjaga di dasari dengan orang tua
yang hebat dalam segala keadaan.
Kebahagiaan anak adalah kebahagiaan keluarga, broken
home adalah suatu hal yang sangat merugikan dan pastinya harus dihindari. Karena
orang tua yang hebat tidak akan menggantikan kebahagiaan keluarganya dengan
orang lain. Orang tua bahagia, anak bahagia dari keluarga yang selalu terjaga
dan dijaga.